Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin siang telah menerima pengusaha nasional yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (12/5/19). Jokowi menceritakan bahwa pengusaha nasional berpotensi memaksimalkan potensi di balik ketegangan perang dagang.

Jokowi juga memberikan kesempatan kepada pengusaha nasional untuk menyampaikan masukan apa yang harus dikerjakan pemerintah. Jokowi pun tak segan mengabulkannya.

Kesempatan ini dimanfaatkan para pengusaha dengan memberikan beberapa masukan. Melalui ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani yang mengatakan bahwa pengusaha ingin nantinya masuka ini segera diimplementasikan oleh pemerintah.

Masukan pertama, kata Rosan adalah pemerintah harus segera mensukseskan program vokasi. Hal ini demi mengurangi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

Program vokasi dianggap bisa meningkatkan skill tenaga kerja tanah air. Bahkan, hal tersebut dibutuhkan oleh para tenaga karena Indonesia (TKI) yang nilai remitensinya masih kalah dengan Filipina.

Kedua, para pengusaha juga setuju agar pemerintah mendorong sektor pariwisata lebih cepat lagi. Agar devisa yang masuk ke Indonesia lebih banyak lagi. Ketiga, mengenai produk tekstil yang harus ditingkatkan lagi demi membantu kinerja ekspor.

Di luar tiga permintaan utama, Rosan mengaku para pengusaha juga membahas mengenai masalah tarif pajak penghasilan (PPh) badan atau korporasi bersama Presiden Jokowi.

Menurut Rosan, pengusaha berharap adanya penurunan tarif PPh ke level 17-18% dari yang sekarang sebesar 25%.

Ada juga pembahasan mengenai percepatan proses izin berusaha dengan menghilangkan ego sektoral hingga masalah teranyar mengenai mahalnya harga tiket pesawat.

Sumber: www.detik.com