Jakarta, iyf.or.id – Langkah pemerintah melakukan perombakakan besar-besaran terhadap sekolah menengah kejuruan dan vokasi terus dilakukan. Kali ini melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pemerintah menargetkan 3.000-4.000 SMK akan direvitalisasi pada 2019.

Dilansir dari laman Kemendikbud, Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy seusai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi pada rabu (21/11) tentang pembangunan SDM di Istana Bogor mengatakan bahwa Kemendikbud telah menyiapkan skema SMK mana saja yang akan direvitalisasi, bahkan kemendikbud menargetkan 3.000-4.000 SMK bakal direvitalisasi.

“Kalau fisik kan, tahun depan sudah ditangani Kementerian PUPR. Kita hanya mengajukan skema-skema SMK mana saja yang harus direvitalisasi. Itu kita harapkan ada sekitar 3.000-4.000 SMK. Ini juga sudah sesuai dengan arahan presiden” ujarnya.

Sedangkan untuk bidang yang akan menjadi prioritas program revitalisasi, pemerintah telah menetapkan pada 4 bidang, yaitu kelautan, pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatis . Hal ini berdasarkan keempat bidang tersebut merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.

Untuk mendukung program revitalisasi SMK pemerintah juga menyiapkan skema mengangkat 72 guru SMK menjadi pegawai pemerintah melalui sistem kontrak dengan jangka waktu tertentu.

“kami telah mengajukan ada sekitar 72 ribu guru SMK diangkat dengan skema P3K. Jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja sehingga mereka bisa dikontrak, satu-dua tahun, tiga tahun, tergantung mereka,” kata Muhadjir.

Diharapkan dengan revitalisasi dan perekrutan guru ini, SMK bisa lebih siap dalam menciptakan SDM handal.

Perlu diketahu bahwa pada rapat terbatas di Istana Bogor, Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar kualitas pendidikan SMK dirombak besar-besaran.

“Perombakan yang kita lakukan di SMK, baik dalam kurikulum maupun penataan kompetensi. Terutama untuk guru-guru saya lihat juga sudah dimulai. Tapi sekali lagi, ini memerlukan sebuah perombakan yang besar, dan kita minta mulai tahun depan betul-betul dilakukan besar-besaran,” ujar Presiden. (ktm/iyf)