Jakarta, iyf.or.id – Laporan ABB dan The Economist Intelligence Unit (2018) terkait kesiapan berbagai negara  dunia menghadapi era otomatisasi berkat semakin canggih robot dan artificial intelligence menunjukkan dari 25 negara yang disurvey Indonesia menempati peringkat 25.Indonesia bahkan tertinggal dari negera tertinggal dari negara Singapore, Malaysia, dan Vietnam.

ABB sendiri merupakan lembaga perintis dalam penerapan teknologi di jaringan listrik, produk elektrifikasi, otomatisasi industri dan robotika dan gerakan, serta melayani pelanggan di bidang utilitas, industri dan transportasi & infrastruktur secara global. 

Dari 25 negara yang disurvey, Korea Selatan menempati peringkat pertama. Hal ini tidak mengherankan, karena Korea Selatan sudah lama menyiapkan penduduknya memasuki era artificial intelligence. Salah satu kebijakan pemerintah Korea Selatan adalah mulai mengajarkan pelajaran coding kepada anak-anak sekolah dasar (SD).

Hal yang sama juga dilakukan Finlandia. Negara yang dikenal dengan sistem pendidikan terbaik di dunia ini sudah mulai memperkenalkan pelajaran coding kepada anak-anak sekolah dasar.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Dari 25 negera Indonesia menempati peringkat ke 25, ini artinya Indonesia menjadi negara yang paling tidak siap menyongsong era industri 4.0. Sebenarnya bukan berarati tidak ada usaha mengejar ketertinggalan ini. Salah langkah maju yang diambil pemerintah adalah launching making Indonesia 4.0,tapi mungkin Indonesia membutuhkan waktu tidak sedikit.

Pemerintah Indonesia sebenarnya dihadapkan pada 2 pilihan, yaitu menunggu pemerintah mengejar ketertinggalan zaman dan mengubah kurikulum, atau mencari sendiri ilmu yang bisa membantu kita bertahan hidup dan meraih sukses di era Industri Revolusi keempat ini.

Salah satu kemampuan yang penting dimiliki di era industri 4.0 adalah coding. Mengapapa coding? Oxford University memperkirakan 47% pekerjaan saat ini ada akan lenyap dalam waktu kurang dari 25 tahun mendatang. Artinya, kita perlu memikirkan apakah 25 tahun mendatang pekerjaan yang kita jalani akan bertahan atau malah termasuk dalam kelompok pekerjaan yang akan lenyap tersebut.

Coding jelas termasuk kemampuan yang akan semakin dibutuhkan seiring berjalannya waktu.  Maka tak ada salahnya memulai belajar coding sedini mungkin.

Selain itu, kemampuan mengolah data atau disebut data science juga sangat penting. Secara sederhana data science adalah kemampuan mengolah dan menganalisis data dalam jumlah besar menjadi rekomendasi yang dapat diandalkan dalam mengambil keputusan bisnis.

Oleh sebab itu, kemampuan mengolah data sangat dibutuhkan banyak perusahaan karena semakin banyak perusahaan membutuhkan tenaga data scientist tetapi tidak cukup banyak orang berprofesi atau memiliki kemampuan sebagai data scientist.

Indonesia sebenarnya sudah tepat dengan meluncurkan Making Indonesia 4.0. ini akan menjadi road map mengejar ketertinggalan menghadapi era industri 4.0. Lembaga pendidikan ataupun tempat pelatihan kerja dapat menjadikan ini sebagai map dalam menyusun kurikulum yang sesuai dengan tuntutan era industri 4.0. (ktm/iyf)